Daftar NUPTK Jawa Barat

Rabu, 31 Oktober 2012

Download NUPTK 2011 Lengkap seluruh wilayah Jawa Barat. File Download NUPTK ini berupa File Excel jadi Daftar NUPTK ini dapat di Cetak dan di Print sesuai dengan Daftar NUPTK Masing-masing wilayah.
Caranya Mencari Daftar NUPTK sangat Mudah karena File Download NUPTK ini adalah File Excel.
Download File NUPTK yang anda Butuhkan Sesuai dengan Kabupaten dan Kota Masing-masing
  1. Buka File Download NUPTK  (File Excel)
  2. Tekan Ctrl + F (Edit – Find) dan Ketik nama ANDA atau Sekolah Anda dan Tekan ENTER
  3. Anda Akan Mendapatkan Daftar NUPTK yang anda Cari Dan anda Dapat Mencetaknya Sesuai dengan Kebutuhan.
Berikut ini adalah File DOWNLOAD NUPTK Sesuai dengan Kabupaten / Kota Yang ada diseluruh Jawa Barat. Untuk File Yang Belom terupload, silahkan tinggalkan komentar dan saya akan upload data Daftar Nuptk untuk dapat didownload.

DOWNLOAD DAFTAR NUPTK WILAYAH JAWA BARAT

»»  Lihat Selengkapnya.....

Sanggar Seni Jentra














»»  Lihat Selengkapnya.....

Asiknya Pramuka

Selasa, 30 Oktober 2012




»»  Lihat Selengkapnya.....

Upacara








»»  Lihat Selengkapnya.....

"Drum Band" Gita Bahana Nada







»»  Lihat Selengkapnya.....

Wacana Perubahan Ujian Nasional 2013

Minggu, 28 Oktober 2012

Soal Ujian Nasional (UN) dipilih dari bank soal sesuai dengan kisi-kisi UN. Kisi-kisi UN dikembangkan berdasarkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah. Proses pengembangan soal melibatkan unsur-unsur dosen dari perguruan tinggi, guru mata pelajaran, anggota BSNP, dan pakar penilaian pendidikan. Sejak UN dilaksanakan sudah dikembangkan adanya paket soal yang berbeda dalam satu ruangan. Pada pelaksanaan UN 2012 pun setiap siswa peserta ujian dalam satu ruang mendapatkan paket soal yang berbeda. Mereka menerima 5 paket soal yang berbeda untuk menghindari kecurangan dan mewujudkan hasil UN yang jujur.

Hasil UN yang jujur memang diperlukan untuk menentukan kelulusan peserta didik dan memetakan pencapaian kompetensi lulusan secara tepat pada sekolah/madrasan dan daerah, sebagai salah satu indikator mutu pendidikan. Berdasarkan hasil pemetaan ini, dapat dirumuskan kebijakan yang tepat pada tingkat sekolah, daerah, dan nasional untuk melakukan perbaikan-perbaikan dan pemberian bantuan, dalam rangka peningkatan dan pemerataan mutu pendidikan.

Meski banyak ditentang, Pemerintah tetap berencana menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) tahun depan. Bahkan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) telah menyiapkan sejumlah perubahan, di antaranya soal UN akan dibuat 20 variasi. Sedangkan untuk pengawasan pelaksanaan UN, pemerintah masih tetap berkoordinasi dengan perguruan tinggi negeri.
Untuk UN tahun 2013 Mendikbud menyiapkan 20 macam variasi soal. Menurutnya, setiap peserta didik dalam satu kelas akan mengerjakan soal yang berbeda semua. Karena yang diuji kemampuan perseorangan, bukan kemampuan kolektif. Dengan tujuan untuk meningkatkan keseriusan peserta. Untuk urusan standar kelulusan, Mendikbud mengatakan ada kemungkinan dinaikkan menjadi angka 6. Alternatif lainnya, standar nilainya tetap 5,5 tetapi derajat kesulitan soal ditingkatkan.

Selain itu Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan bahwa variasi soal pada Ujian Nasional (UN) 2013, yang akan ditingkatkan jenisnya dibandingkan dengan UN 2012, akan dapat meningkatkan konsentrasi peserta ujian. Beliau mengaku optimistis para peserta UN bakal tenang mengerjakan soal-soal karena 20 peserta dalam satu ruang akan mengerjakan 20 variasi soal sehingga peserta tidak mengalami gangguan dari temannya.Selain itu, hal ini pun bisa meningkatkan kepercayaan diri peserta UN sehingga meningkatkan kualitas lulusan. Upaya yang dirancang itu juga akan mengantisipasi kemungkinan adanya kebocoran soal yang sering meresahkan para siswa. Menurut hemat kami selain hal-hal yang diungkapkan Mendikbud, bahwa upaya penambahan jumlah paket soal UN juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas lulusan dan mengatasi ketertinggalan Indonesia dalam hal pendidikan dari negara lain.

Dengan 20 variasi soal UN, nantinya Ujian Nasional akan lebih menarik dan membuat peserta didik bisa lebih khusyuk karena yang diuji dalam UN adalah kemampuan perorangan bukan kolektif. Tantangan terbesar pelaksanaan UN adalah meningkatkan kejujuran. Nilainya berapa adalah bagian dari ikhtiar. Ujungnya adalah kredit dari UN itu. Langkah ini juga merupakan langkah preventif untuk meminimalisir kecurangan yang kerap dituduhkan terjadi pada saat penyelenggaraan UN. Tidak hanya itu, dugaan kebocoran soal juga akan hilang dengan diberikannya 20 macam variasi soal ini. Semoga saja niat Pemerintah untuk meningkatkan kualitas UN mendapatkan sambutan positip dari segenap lapisan masyarakat Indonesia, Amin!
»»  Lihat Selengkapnya.....

Kepala Sekolah

Sabtu, 27 Oktober 2012

Alhamdulillah, Blog resmi SMP Negeri I Sukaresmi telah selesai di buat, hal ini merupakan proses pengembangan sekolah khususnya dibidang IT. Dengan adanya blog ini diharapkan pula bisa menjadi jembatan berbagai pihak baik guru, peserta didik, Orang tua, Alumni, maupun pihak - pihak yang terkait yang mudah - mudahan bisa memberikan masukan, saran ataupun kritik membangun demi kemajuan SMP Negeri I Sukaresmi.
»»  Lihat Selengkapnya.....

Tenaga Kependidikan SMP Negeri I Sukaresmi

Jumat, 26 Oktober 2012


    
Supyani
Cianjur, 01 Maret 1965
Kp. Panyaweuyan – Pacet
KAUR. Tata Usaha
Ketekunan adalah kunci berhasil




     
Gustini Endrayanti
Bandung, 02 Agustus 1966
Kp. Babakangirang RT. 01/01
Ds. Pakuon
KAUR. Inventaris Tata Usaha
Guru yang paling berharga yaitu
yaitu pengalaman


Dian Ardiansyah
Cianjur, 13 Juli 1968
Simpang, Cikanyere - Sukaresmi
Ur. Kepegawaian
Waktu adalah waktu. Agar tak cepat
berlalu, ingatklah selalu dengan waktu






Ruslana Setia, S.Pd.I
Cianjur, 15 Oktober 1985
Kp. Nagrog RT. 05/04
Ds. Kutawaringin – Mande, Cjr
Urs. Entry Data

“Ingatlah hari akhirmu”



Runi Ampriyani
Bandung, 08 April 1989
Kp. Kawungluwuk tengah RT. 01/07
Urs. Layanan Perpustakaan

Waktu adalah uang, manfaatkan sebaik
mungkin



Ani Maryani Juni
Cianjur,
Kp. Babakan Hilir
Urs. Piket




Mira Sumirat
Cianjur, 14 Juni 1989
Ciwalenpasar RT. 03/09
Ds. Kawungluwuk – Sukaresmi
Urs. Entry Data

Life is simple so lat’s it fun

Dini Milansari
Cianjur,  
Kp. Babakan Hilir 
Desa Cikanyere - Sukaresmi 
Urs. Koperasi Siswa

Deden Burhan
Cianjur,
Kp. Simpang
Desa Pakuon - Sukaresmi
Urs. Keamanan

Eva Silvaningsih

Cianjur,  
Kp. Babakan Hilir 
Desa Cikanyere - Sukaresmi 
Urs. Koperasi Siswa


»»  Lihat Selengkapnya.....

Lampiran

Senin, 22 Oktober 2012

»»  Lihat Selengkapnya.....

Profil Sekolah

»»  Lihat Selengkapnya.....

Data Pendidik dan Tenaga Kependidikan

»»  Lihat Selengkapnya.....

Program Kepala Sekolah

»»  Lihat Selengkapnya.....

Program Kerja Bola Volly

»»  Lihat Selengkapnya.....

RKAS

»»  Lihat Selengkapnya.....

Ekskul dan Prestasi


Pada 2010, siswa SMPN 1 Sukaresmi meraih Juara I Hipdzil Qur`an tingkat Kabupaten Cianjur, yang selanjutnya menjadi utusan Cianjur untuk kegiatan serupa di Jawa Barat. Tahun berikutnya juga meraih Juara I Hipdzil Qur'an Kabupaten Cianjur. Sedangkan tahun ini siswanya meraih Juara Umum Pekan Kreativitas (Pentas) Pendidikan Agama Islam (PAI). “Potensi siswa sekolah ini untuk berprestasi, cukup besar, baik bidang akademik maupun non akademik. Karena itu untuk mengembangkan minat, bakat dan potensi siswa, kami menyelenggarakan kegiatan eskul yang beragam dengan mengundang pelatih yang benar-benar profesional,” ungkap Saepudin kepada Parahyangan, Jumat lalu. Di SMP itu memang terdapat 18 kegiatan eskul, antara lain voli, basket, futsal/sepak bola, tenis meja, bulutangkis, pencak silat, karate, paskibra, pramuka, PMR, marching band, kesenian, keagamaan/kerohanian, kerajinan, kelompok Bahasa Inggris dan kelompok studi lain yang terkait dengan olimpiade. Bahkan untuk eskul kerajinan (kriya) dan kesenian, khususnya seni Sunda, SMPN 1 Sukaresmi telah mendirikan Padepokan Jentre dan menjalin kerja sama dengan Padepokan Baraya Anjang-Anjangan, Simpang, yang dipimpin Ridwan Zaenal. “Ada sekitar 40 siswa kami yang dititipkan di Padepokan Baraya untuk mengikuti eskul kriya dan seni Sunda. Di sana mereka belajar membuat kerajinan dari bambu, berlatih seni Sunda buhun seperti karinding, serta berupaya menghidupkan kembali berbagai kaulinan barudak uang lembur yang hampir punah seperti oray-orayan. Kaulinan atau permainan itu sarat dengan muatan moral dan kearifan lokal. Makanya hal itu kami jadikan sebagai salah satu eskul unggulan,” papar Saepudin. Hasilnya juga cukup membanggakan. Seperti pada Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) Tingkat Jabar beberapa waktu lalu, siswa SMPN 1 Sukaresmi meraih Juara III untuk kategori karya kriya/pahat. “Dalam kegiatan pameran, karya kriya siswa kami juga sering menjadi rebutan pengunjung. Jadi sudah bernilai ekonomis,” ujar Saepudin sambil memperlihatkan salah satu kriya buatan siswanya, yakni egrang (enggrang) yang terbuat dari ranting bambu, yang memang tampak unik dan menarik. Tapi tentu saja bukan hanya itu kelebihan siswa SMPN 1 Sukaresmi. Prestasi lainnya pun hampir tak terhitung. Seperti prestasinya di bidang akademik, cukup menonjol. Antara lain tercatat, untuk tingkat Kabupaten Cianjur, Juara I Lomba Pidato Bahasa Inggris (2000), Juara II Cerdas Cermat Bahasa Inggris (2000), Juara III Speech Kontest SMP/SMU (2000), Juara III Olimpiade Biologi (2004), Juara I Olimpiade Biologi (2005), Juara III Olimpiade Biologi (2006), Juara II Speech Contest (AKPAS) SMP/MTs (2009), Juara III Olimpiade IPS (2011), Juara III Olimpiade FL2SN Propinsi Jabar (2011) dan Juara Harapan Olimpiade IPS Provinsi Jabar (2011). Di bidang olahraga, prestasi yang pernah diraihnya antara lain Juara I Tolak Peluru Putri (2004), Juara I Lempar Cakram Putri (2004), Juara II Pencak Silat Putri (2009), Juara II Voly Ball Putri (2011), Juara II Basket Ball Putra (2011). Semuanya di tingkat kabupaten. Sedangkan di tingkat provinsi tercatat Juara I Karate Bandung Karate Club (BKC) yang diperolehnya tahun ini. Dalam kegiatan paskibra, prestasi siswa SMPN 1 Sukaresmi ternyata lebih banyak lagi. Seperti di tingkat kabupaten, antara lain tercatat Juara I LTUB (2003), Juara I Gita Pati Drum Band (2003), Juara I Colour Hunting Putri (2003), Juara I Komandan Peleton Terbaik (2006), Juara III Variasi Penaikan Bendera dalam Gebyar Pesona MAN Pacet (2010), Juara II Penaikan Bendera dan Juara III Ketangkasan Baris-berbaris dalam Sekar Sadawarsa SMP (2011). Kemudian pada 2012 tercatat Juara II LVBB, dan Juara Umum dalam kegiatan Sekar dengan enam kejuaraan, yakni Juara II LPB, Juara III LPB, Juara II LKBB, Juara II Joko, Pembaki Terbaik, dan Danton Terbaik. Sebelumnya di tingkat Wilayah II Bogor meraih dua kejuaraan, yakni Pembaki Terbaik dan Danton Terbaik (2011). Di tahun yang sama di tingkat Jabar, dua kejuaraan lagi diraihnya, masing-masing Juara III LKBB dan Kibra Terbaik. Dalam kegiatan pramuka, kejuaraan yang diraih siswa SMPN 1 Sukaresmi juga terbilang banyak. Pada tahun ini saja, dalam kegiatan Pasgalang se Kabupaten Cianjur, mereka meraih Juara Umum, dengan tiga kejuaraan, yakni Juara II Lomba Cerdas Cermat Pramuka, Juara I Lomba Kolone Tongkat Pramuka, dan Formasi Terbaik Pramuka. Sedangkan prestasi lainnya tercatat Juara I Futsal dan Juara II Baca Puisi dalam Gebyar Pesona MAN Pacet yang diikuti SMP/MTs se Kabupaten Cianjur (2010), dan Juara III Joget Komando dalam Gempas se-Wilayah II Bogor pada 2011. Di tingkat subrayon, kejuaraan yang diraih siswa SMPN 1 Sukaresmi tentu lebih banyak lagi. Karena memang setiap siswa SMP tersebut ikut bertandang, kegiatan apa pun yang diikutinya selalu kembali ke sekolah dengan membawa tropi juara. Tak heran bila SMP lain, menganggap siswa SMPN 1 Sukaresmi sebagai lawan yang tangguh untuk bisa ditundukkan

»»  Lihat Selengkapnya.....

Web Blog Guru

»»  Lihat Selengkapnya.....

Seni

Sabtu, 06 Oktober 2012

Gamelan Degung Seni Degung adalah suatu seni karawitan Sunda yang menggunakan perangkat gamelan berlaras degung (lebih umum berlaras pelog). Pada umumnya gamelan ini terdiri atas saron, panerus, bonang, jengglong, gong, kendang, goong, serta suling. Pada awal kemunculannya, seni degung ini memiliki lagu-lagu ageing seperti Lambang, Pajajaran Beber Layar, Bima Mobos, Kodehel, Jipang Prawa, Jipang Karaton, Mayaselas, dan lain lain. Dalam perkembangannya lewat sentuhan kreasi para seniman, kerao terjadi kreasi komposisi lagu seperti catrik, sinyur, banjaran, lalayaran, dan sebagainya. Dari komposisi tersebut, maka muncullah lagu-lagu degung wanda anyar seperti lagu Kalangkang (catrik), Nimang (Sinyur), Asa Tos Tepang (Catrik), Anjeun (mandiri). Bahkan, masih atas kreasi seniman pula, gamelan degung sekarang kerap dibubuhi kacapi siter dan bisa mengiring lagu-lagu berlaras sorong seperti Potret Manehna, Dua Saati, Kapaut Imut, Kacipta Kapiati, Bantang Kuring, dan lain-lain..... Arti Degung sebenarnya hampir sama dengan Gangsa di Jawa Tengah, Gong di Bali atau Goong di Banten yaitu Gamelan, Gamelan merupakan sekelompok waditra dengan cara membunyikan alatnya kebanyakan dipukul. Pada mulanya Degung berupa nama waditra berbentuk 6 buah gong kecil, biasanya digantungkan pada “kakanco” atau rancak/ancak. Waditra ini biasa disebut pula “bende renteng” atau “jenglong gayor”. Perkembangan menunjukan bahwa akhirnya nama ini digunakan untuk menyebut seperangkat alat yang disebut Gamelan Degung dimana pada awalnya gamelan ini berlaras Degung namun kemudian ditambah pula dengan nada sisipan sehingga menjadi laras yang lain (bisa Laras Madenda/Nyorog ataupun laras Mandalungan/Kobongan/Mataraman) Menurut sejarahnya Degung merupakan salah satu gamelan khas dan asli hasil kreativitas masyarakat Sunda. Gamelan yang kini jumlahnya telah berkembang dengan pesat, diperkirakan awal perkembangannya sekitar akhir abad ke-18/awal abad ke-19. Jaap Kunst yang mendata gamelan di seluruh Pulau Jawa dalam bukunya Toonkunst van Java (1934) mencatat bahwa degung terdapat di Bandung (5 perangkat), Sumedang (3 perangkat), Cianjur (1 perangkat), Ciamis (1 perangkat), Kasepuhan (1 perangkat), Kanoman (1 perangkat), Darmaraja (1 perangkat), Banjar (1 perangkat), dan Singaparna (1 perangkat). Masyarakat Sunda dengan latar belakang kerajaan yang terletak di hulu sungai, kerajaan Galuh misalnya, memiliki pengaruh tersendiri terhadap kesenian degung, terutama lagu-lagunya yang yang banyak diwarnai kondisi sungai, di antaranya lagu Manintin, Galatik Manggut, Kintel Buluk, dan Sang Bango. Kebiasaan marak lauk masyarakat Sunda selalu diringi dengan gamelan renteng dan berkembang ke gamelan degung. Dugaan-dugaan masyarakat Sunda yang mengatakan bahwa degung merupakan musik kerajaan atau kadaleman dihubungkan pula dengan kirata basa, yaitu bahwa kata “degung” berasal dari kata "ngadeg" (berdiri) dan “agung” (megah) atau “pangagung” (menak; bangsawan), yang mengandung pengertian bahwa kesenian ini digunakan bagi kemegahan (keagungan) martabat bangsawan. E. Sutisna, salah seorang nayaga Degung Parahyangan, menghubungkan kata “degung” dikarenakan gamelan ini dulu hanya dimiliki oleh para pangagung (bupati). Dalam literatur istilah “degung” pertama kali muncul tahun 1879, yaitu dalam kamus susunan H.J. Oosting. Kata "De gong" (gamelan, bahasa Belanda) dalam kamus ini mengandung pengertian “penclon-penclon yang digantung”. Gamelan yang usianya cukup tua selain yang ada di keraton Kasepuhan (gamelan Dengung) adalah gamelan degung Pangasih di Museum Prabu Geusan Ulun, Sumedang. Gamelan ini merupakan peninggalan Pangeran Kusumadinata (Pangeran Kornel), bupati Sumedang (1791—1828). Ada anggapan lain sementara orang bahwa kata Degung berasal dari kata ratu-agung atau tumenggung, seperti dimaklumi bahwa Gamelan Degung sangat digemari oleh para pejabat pada waktu itu, misalnya bupati Bandung R.A.A. Wiranatakusuma adalah salah seorang pejabat yang sangat menggemari Degung, bahkan beliaulah yang sempat mendokementasikan beberapa lagu Degung kedalam bentuk rekaman suara. Ada pula yang menyebutkan Degung berasal dari kata “Deg ngadeg ka nu Agung” yang mengandung pengertian kita harus senantiasa menghadap (beribadah) kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam bahasa Sunda banyak terdapat kata-kata yang berakhiran gung yang artinya menunjukan tempat/kedudukan yang tinggi dan terhormat misalnya : Panggung, Agung, Tumenggung, dsbnya. Sehingga Degung memberikan gambaran kepada orang Sunda sebagai sesuatu yang agung dan terhormat yang digemari oleh Pangagung. Mula mula Degung merupakan karawitan gending, penambahan waditrapun berkembang dari jaman ke jaman. Pada tahun 1958 barulah dalam bentuk pergelarannya degung menjadi bentuk sekar gending, dimana lagu-lagu Ageung diberi rumpaka, melodi lagu dan bonang kadangkala sejajar kecuali untuk nada-nada yang tinggi dan rendah apabila tidak tercapai oleh Sekar. Banyaknya kreasi-kreasi dalam sekar, tari, wayang menjadikan degung seperti sekarang ini. Di SMP Negeri I Sukaresmi dikembangkan kesenian sunda ini dan sudah menjadi “icon” untuk acara – acara resmi di SMP Sukaresmi, seperti acara Perpisahan dan Kenaikan Kelas, Penerimaan Peserta Didik Baru dll . Kesenian sunda ini berada di dibawah asuhan Bpk. Iing Solihin, S.Pd.I
»»  Lihat Selengkapnya.....

Prestasi

Inilah Salah satu lulusan terbaik SMP Negeri I Sukaresmi di bidang olahraga, yang sekarang sudah menjadi atlit Nasional NENENG RISNA NINGSIH Pembina dan Pembimbing pertama kali dari Neneng ini adalah Guru Penjaskor SMP Negeri I Sukaresmi yaitu Bpk. Narwin,S,Sos, di tangan beliau ini bakat olahraga Neneng terus di asah sehingga menjadi seperti sekarang.




Kronologis Sang Atlet
Neneng Risna Nengsih kelahiran Sukaresmi Cianjur, 13 september 1995, anak dari bapak Mahpud dan ibu Hj Atik Neneng bersal dari keluarga yang sederhana.
Neneng masuk SMP N 1 Sukaresmi Juli 2007. Kemampuan dan bakat yang dimiliki baru terpantau dan tersalurkan ketika SMP kelas VII oleh Guru Olah Raga Bapak Narwin kelahiran Bengkulu 12-Desember-1979.
Neneng orang nya pendiam tidak percaya diri minder sering kali di ledekin sama teman sekelas nya jadi jarang masuk sekolah, di kelas Neneng orang nya tidak banyak tingkah dan baik kepada teman teman nya sopan kepada guru. Sebelumnya banyak guru yang tidak menyangka bahwa Neneng mempunyai bakat di olahraga. 
Neneng  sering di panggil oleh bapak Narwin selalu di motivasi untuk rajin sekolah hampir tiap minggu ada alpa nya. Bakat nya diketahui  ketika mengikuti pelajaran olahraga praktek dilapangan kelihatan Neneng mempunyai bakat alam yang harus di kembangkan, sampai Bapak Narwin datang ke rumah Neneng sakin seringnya  tidak terhitung kalinya untuk menjelaskan kepada orang tua Neneng bahwa Neneng mempunyai bakat alami dibidang olahraga pertama orangtuanya kurang percaya terhadap kemampuan yang dimiliki Neneng
Bapak Narwin berusaha menyakinkan orangtuanya agar memberi motivasi dan dorongan kepada Neneng agar rajin sekolah dan ingin mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimiliki.
Antusias dan optimis nya Bapak Narwin supaya bakat yang dimiliki Neneng bisa dikembangkan dan orang tua agar  memberi dukungan kepada Neneng dan kepercayaan kapada Bapak Narwin bahkan Bapak Narwin meminta kepada orang tua Neneng anggaplah Narwin sebagai anak angkat dari Bapak dan Ibu dan Neneng saya anggap sebagai adik saya sendiri saya disini jauh dari keluarga dan tidak punya keluarga. Orang tua Neneng menerima dengan senang hati Narwin sebagai bagian dari keluarga neneng dan memberi dukungan serta kepercayaan kepada Bapak Narwin satu sisi sebagai kakak dan satu sisi sebagai Guru. Mulai saat itu Neneng selalu curhat mengenai permasalahan baik dalam pelajaran mau pun hal yang lainnya, Bapak Narwin selalu memberi motivasi dukungan untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan tidak merasa di remehkan sama temen - temannya. Neneng mempunyai bakat yang yang luar biasa dan akan bisa menghasilkan prestasi yang baik dari bidang  olahraga. Setiap pulang  sekolah Neneng kadang tidak langsung pulang ke rumah menggunakan waktu untuk latihan untuk mengembangkan bakat dan kemampunan yang di miliki sampai pernah makan nasi satu bungkus berdua sebelum latihan, karirnya dimulai dari Volly Ball pertama sekali tidak mengetahui tentang permainan Volly Ball seiring dengan proses karir mulai meningkat bahkan jadi pemain terbaik di wiayah III dan pernah ikut Kejurda di Bandung dari tim Kab. Cianjur dan turnamen-turnamen di luar daerah lainnya.Di samping permainan Bola Volly Neneng juga diarahkan ke cabang Atletik  yang lebih kelihatan menonjol adalah ke Atletik tahun 2008 mengikuti  Porseni tingkat SMP di Kab Cianjur Tri lomba yakni lari jarak pendek, lompat jauh dan lempar lembing semua cabang di menang kan oleh Neneng dan di lanjutkan ke POPDA Jabar 2009 mendapat kan 2 emas yakni dari lempar lembing dan lari  jarak pendek, karir dan prestasi mulai meningkat di tahun 2009 di adakan seleksi atlet daerah Alhamdulillah lolos menjadi atlet Platda PON Jabar saat itu masih duduk di kelas VIII SMPN 1 Sukaresmi Karena sudah lolos seleksi jadi atlet daerah Neneng di minta dari KONI jabar untuk sekolah nya di pindah kan ke Bandung untuk di bina dan dan latihan di PPLP Jabar. sampai sekarang prestasi nya meningkat dan berkembang  di cabang Atletik dan sering mengikuti kejuaraan kejuaraan mulai dari Popda,Popnas Riau 2011,Kejuaraan anatar PPLP se Indonesia serta kejurnas-kejurnas atltetik lain nya yang di selenggara kan di daerah mau pun di luar daerah  pada pra-kualifikasi PON 2011 di Jakarta lolos, maka dapat  mengikuti PON ke 26 Riau 2012 utusan dari Jabar yang dilepaskan oleh Bapak bupati Kab. Cianjur dan Bapak Gubenur Jabar.
Sampai saat ini Neneng sudah mengoleksi 9 medali terdiri dari emas, perak, dan perunggu serta piagam penghargaan lain nya. Bapak Narwin dan keluarga besar SMP N 1 Sukaresmi selalu memberi motivasi dan dukungan agar karir dan prestasi Neneng bisa lebih baik dan meningkat.
Semoga ada generasi generasi penerus yang akan datang dan termotivasi mengikuti jejak dari Neneng. Bapak Narwin  selalu berpesan jangan lupa sholat Karena kelebihan yang di miliki  datang dari Allah dan syukuri apa yang telah di berikan dan jangan pernah merasa sudah jadi yang terbaik serta  jangan tinggi hati bersikaplah selalu rendah hati karena kesombongan bisa menghancurkan karir berjuanglah perjalanan masih panjang semoga Allah selalu melidungi dan memberi yang terbaik ……..Amin.
 
»»  Lihat Selengkapnya.....

Profil Visual

»»  Lihat Selengkapnya.....

I Love IPPMS

Selasa, 02 Oktober 2012

Juara umum Pentas PAI Sub Rayon III tahun 2011
»»  Lihat Selengkapnya.....

XT-Band ( eXist Teacher )

Persembahan Guru - guru SMP Negeri I Sukaresmi dalam acara Perpisahan dan Kenaikan kelas tahun Pelajaran 2011/2012.
»»  Lihat Selengkapnya.....

I Love Paskhas

Senin, 01 Oktober 2012

»»  Lihat Selengkapnya.....

SMP Negeri 1 Sukaresmi Memperkuat Siswa dengan Imtaq

Masjid yang terletak di kompleks SMP Negeri 1 Sukaresmi seluas 11.300 m2 itu, kalau pembangunannya sudah selesai, dipastikan akan menjadi masjid terbesar di antara masjid-masjid yang ada di semua SMP di Kabupaten Cianjur. Karena memang ukurannya mencapai 324 m2, atau 18x18 m, tak jauh berdeda dengan umumnya ukuran masjid jami yang ada di-pemukimam penduduk. Bahkan uniknya, masjid sekolah yang pembangunannya saat ini mencapai 70% itu juga dilengkapi beberapa ruang inap untuk istirahat pengurus masjid, yang rencananya akan diisi dari kalangan siswa SMP itu sendiri. “Pengurus masjid direncanakan diambil dari kalangan siswa, khususnya mereka yang tinggal cukup jauh dari SMP ini, sehingga kalau mereka ingin menginap di sekolah, misalnya karena ada jadwal kegiatan ekstrakurikuler yang padat, mereka dapat tidur di ruang tersebut,” kata Kepala SMPN 1 Sukaresmi, Saepudin, S.Pd, M.Pd, kepada Parahyangan, Jumat lalu. Tapi tentu saja tujuan utamanya bukan itu. Masjid yang dibangun secara swadaya, antara lain dari infak para guru dan siswa secara sukarela itu, dimaksudkan untuk mempertkuat siswa dan seluruh warga sekolah dengan iman dan taqwa (imtaq) atau spiritual quotient (SQ). Di masjid itu nantinya akan diselenggarakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler (eskul) yang menyangkut penguatan SQ siswa, di samping sebagai tempat ibadah salat. “Sekarang pun sebetulnya kegiatan remaja masjid sekolah sudah berjalan, sekalipun masjidnya itu sendiri masih dalam tarap pembangunan. Malah sejak bebarapa waktu lalu di SMP ini telah terbentuk Ikatan Remaja Masjid Sekolah (Irmas), dengan kegiatan antara lain belajar baca tulis al-Quran, santapan rohani dan belajar tabligh. Kegiatan seperti itu tentu akan semakin semarak setelah pembangunan masjid selesai,” papar Saepudin. Hal itu sejalan dengan keinginannya agar para siswa di SMP yang dipimpinnya sejak sekitar satu setengah tahun lalu itu, selain memiliki kecerdasan intelektual (intellectual quotient) yang diperolehnya melalui kegiatan akademis, juga memiliki SQ yang kuat untuk membetengi jiwa mereka dari berbagai pengaruh kurang baik. Maklum SMPN 1 Sukaresmi berada di kawasan wisata nasional yang cukup terkenal, tepatnya berlokasi di Jalan Mariwati Km.08, Desa Cikanyere, Kecamatan Sukaresmi, atau sekitar 8 km ke arah timur dari Kota Cipanas. Wilayah itu, sekalipun bukan daerah perkoataan, tapi terbilang ramai. Internet misalnya, bukan sesuatu yang aneh. Juga kompleks vila estat yang umumnya dimiliki warga kota-kota besar, bertebaran di sana-sini. Karena Sukaresmi merupakan bagian dari Kawasan Wisata Puncak. Semua itu, selain memiliki dampak positif, juga akan ada pengaruh kurang baiknya, sehingga untuk menangkal hal itu para siswa harus memiliki Imtaq yang kuat. Inilah salah satu alasan pihak sekolah, yang didukung Komite Sekolah, membangun masjid yang cukup besar, yang nantinya akan disemarakkan dengan kegiatan-kegiatan keagamaan dan kerohanian. Bahkan terkait hal itu pula, ruang komputer yang ada di SMPN 1 Sukaresmi, selepas jam pelajaran, “disulap” menjadi semacam warnet khusus bagi siswa. Ini dimaksudkan agar para siswa yang suka mengakses internet, dapat terhindar dari konten-konten tidak baik yang ada di dunia maya. “Memang untuk bisa mengakses internet di sekolah, siswa dipungut bayaran. Tapi besarnya lebih murah dari biaya yang umumnya dikenakan warnet komersial yang ada di Sukaresmi. Hasilnya pun digunakan untuk kepentingan pendidikan. Karena tujuan kami membuka warnet khusus selepas jam pelajaran itu, bukan profit, akan tetapi suatu langkah antisipatif kami untuk menghindari kemungkinan adanya konten kurang baik yang diakses siswa,” kata Saepudin. Di samping itu, katanya lagi, satu atau dua bulan sekali pihaknya juga mengundang kapolsek dan kepala puskesmas Sukaresmi untuk menjadi pembina upacara di sekolah. Di sana mereka memberikan wejangan kepada warga sekolah tentang berbagai hal yang harus dihindari siswa, seperti tawuran, penyalahgunaan obat terlarang dan bahayanya menggunakan obat terlarang terhadap kesehatan pisik dan psikis. Memang, lanjut Saepudin, sejauh ini belum ada siswanya yang terlibat penggunaan obat-obat terlarang. Bahkan tawuran antar-pelajar pun belum pernah terdengar. Tapi Saepudin bersama segenap tenaga pendidik dan kependidikannya tetap merasa berkewajiban untuk membentengi siswa dari pengaruh yang tidak baik, dengan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang dapat memperkuat SQ siswa. “Kami bertekat untuk menciptakan siswa SMPN 1 Sukaresmi yang cageur, bageur, bener dan pinter. Artinya, selain memiliki kecerdasan dan bekal akademis yang cukup, siswa juga dibina agar menjadi seseorang yang sehat secara fisik, bermoral, berkepribadian dan bertingkah laku yang baik,” tegas Saepudin. Hasilnya sudah kelihatan, dan hal itu bukan saja tercermin dari sikap ramah dan sopan para siswanya, tapi juga terimplementasikan dalam raihan kualitas pendidikan dan prestasinya, baik akademik maupun non akademik. Seperti kualitas pendidikannya, tergambar dari capaian rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) yang sudah lebih dari 8. Sementara prestasinya terlihat dari puluhan tropi dan piala yang dipajang di dua ruangan, yakni di ruang tamu kepala sekolah dan di ruang/etalse khusus yang terletak di kanan ruang kepala sekolah. Bahkan dilihat dari akreditasinya yang sudah mencapai A, siapa pun tentu akan langsung bisa menilai bahwa manajemen pendidikan di SMP yang memiliki 1.117 siswa dalam 27 rombongan belajar (rombel) itu, sudah sangat baik. Dengan kata lain, sudah berjalan di atas rel yang semestinya, yakni aturan-aturan standar nasional kependidikan. Padahal SMPN 1 Sukaresmi sendiri secara formal belum menyandang predikat Sekolah Standar Nasional (SSN). Hal itu diakui Saepudin. Sekolahnya memang tertinggal dalam hal meraih predikat SSN. Padahal kalau dilihat dari persyaratannya, semua sudah terpenuhi, sehingga seharusnya SMPN 1 Sukaresmi sudah menjadi SMP SSN sejak beberapa waktu lalu. “Kalau ada program dari Diknas yang menyangkut SSN, kami akan segera menyajukannya, dan kami siap dinilai kapan saja,” katanya. Terlepas dari soal itu, selama ini pihaknya sudah berupaya mengimplementasikan Delapan Standar Mutu Pendidikan di sekolahnya. Bahkan untuk lebih mendorong para pendidik dan tenaga kependidikannya dalam menerapkan delapan standar itu, organigram SMPN 1 Sukaresmi dirancang sedemikian rupa sehingga ada delapan guru atau tenaga kependidikan yang masing-masing bertanggungjawab dalam mengembangkan delapan standar tersebut. Dengan begitu, ke delapan standar mutu dapat terimplementasikan secara bersama-sama. Apalagi di sisi lain, kepala, para guru dan tenaga kependidikan, selalu berupaya untuk mengutakan soliditas, kebersamaan dan kekeluargaan dalam melaksanakan tugasnya masing-masing. Ini menjadi daya dukung yang kuat bagi semua pihak untuk bekerja sebaik-baiknya, sehingga tak heran bila mutu pendidikan di SMP yang berdiri sejak 1979 itu terus meningkat. Tapi tak cukup sampai di situ. Saepudin masih melihat potensi sekolah untuk lebih maju. Termasuk dalam meningkatkan nilai UN, yang memang menjadi parameter capaian kualitas pendidikan di SMP bersangkutan. Untuk itu, dari sisi siswa, pihaknya melakukan berbagai upaya pemantapan agar siswa benar-benar siap menghadapi UN. Antara lain melakukan pemantapan selama satu jam sebelum jam pelajaran dimulai, yakni dari pukul 6.30 – 7.30, dilaksanakan pada Selasa, Rabu, Kamis dan Sabtu. “Itu kami lakukan sejak Januari lalu,” katanya. Sedangkan dari sisi guru, pihaknya mendorong mereka untuk memberikan pembinaan dan pembelajaran kepada siswanya secara lebih efektif, dan hal itu tidak semata untuk siswa kelas sembilan, akan tetapi semua siswa. Sebab dengan adanya pembinaan dan pembelajaran yang lebih efektif sejak kelas tujuh, akan lebih memudahkan merena menerima pelajaran di kelas-kelas selanjutnya. “Kami sadar betul, guru merupakan bagian terpenting dari capaian kualitas pendidikan. Karena itu kompetensi dan profesionalitas mereka harus terus didorong dan ditingkatkan,” kata Saepudin yang dalam menjalankan kepemimpinannya selalu berupaya transfaran, akuntabel dan partisipatif. Untuk itu, di samping mengikutsertakan tenaga pendidiknya dalam kegiatan penataran seperti yang rutin dilaksanakan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) subrayon, atau kegiatan sejenis yang dilaksanakan pihak lain, juga secara internal melaksanakan workshop dan in house training, bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat, tim pengembang kurikulum kabupaten dan pengawas SMP. Bahkan mereka pun didorong untuk menguasai teknologi informasi (TI). Karena memang SMPN 1 Sukaresmi sudah mulai menerapkan proses pembelajaran berbasis TI. Paling tidak untuk materi pelajaran tertentu. Apalagi para guru di sana, yang berjumlah 41 orang, yang 21 orang di antaranya merupakan guru tidak tetap (GTT), sudah memiliki laptop sendiri. Laptop tersebut, ditambah dengan sarana pendukungnya seperti in-fokus, sudah biasa dijadikan para guru sebagai salah satu media pembelajaran. “Dalam memberikan tugas-tugas tertentu kepada siswanya, guru di SMP ini juga memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran. Misalnya menugaskan siswa mengerjakan PR, yang materinya termuat dalam weblog tertentu. Sebab hampir semua guru memiliki weblog masing-masing. Ruang komputer yang kami miliki, juga dilengkapi internet, sehingga pembelajaran berbasis TI sebetulnya sudah berjalan lama,” papar Saepudin. Memang sarana prasarana yang dimiliki SMPN 1 Sukaresmi terbilang lengkap. Selain ruang komputer yang dilengkapi internet, juga ada lab IPA, lab sains, lab bahasa, ruang multimedia, ruang kesenian dan perpustakaan. “Lab IPA dan ruang media untuk sementara digunakan untuk ruang belajar, karena kami kekurangan dua ruang kelas, dan sudah kami ajukan permohonannya kepada Disdik. Mudah-mudahan tahun ini juga ada penambahan dua ruang kelas baru untuk SMP ini,” kata Saepudin seraya menyebutkan, SMPN 1 Sukaresmi juga menjadi induk SMP Terbuka Sukaresmi. Siswanya yang berjumlah 182 orang belajar di tiga tempat kegiatan belajar (TKB) mandiri, masing-masing di TKB Ciloto, TKB Cikanyere dan TKB Cipari. (Asep R.Rasyid) Dari Hipdzil Qur'an Hingga Olimpiade Tak berlebihan agaknya bila Kepala SMP Negeri 1 Sukaresmi, Saepudin, S.Pd, M.Pd, merencanakan untuk lebih menyemarakan kegiatan ekstrakurikuler (eskul) keagamaan dan kerohanian, terlebih lagi setelah masjid sekolah yang berukuran 324 m2 yang kini sedang dibangunannya, selesai. Sebab di samping dapat memperkuat para siswanya dengan iman dan taqwa (imtaq), kegiatan seperti itu juga melahirkan prestasi yang cukup membanggakan....Amin
»»  Lihat Selengkapnya.....